Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tradisi Sastra Nusantara

HARTA TERPENDAM "TANAH RENDAH" KOTA KELAHIRANKU

Dua minggu lalu kelas Sastra Indonesia 2016 mata kuliah Tradisi Sastra Nusantara merencanakan berkunjung ke Makam La Mohang Daeng Mangkona. Seperti kesepakatan besama. Sabtu, 8 April 2017 pada pukul 08.30 wita kami berkumpul di kampus Universitas Mulawarman Jalan Pulau Flores. Sembari menunggu dosen pengampu yaitu Dahri Dahlan, M.Hum dan teman-teman yang masih belum datang kami berdiskusi membuat beberapa pertanyaan untuk diajukan nanti. Setelah semua datang, dosen pengampu menginstruksikan kami untuk berkumpul terlebih dahulu membuka pertemuan kemudian dilanjutkan memanjatkan doa sebelum ke tempat tujuan. Tepat pukul 10.00 wita kami keluar dari gerbang kampus Universitas Mulawarman Jalan Pulau Flores menuju Jalan Pelabuhan lalu menuju Jalan Laksamana Yos Sadarso terlihat salah satu Masjid terbesar kedua di Samarinda yaitu Masjid Raya Darussalam selanjutnya kami melewati Jalan Gajah Mada jalan terus menuju Jalan Slamet Riyadi setelah itu kami menyebrangi sungai melalui Jembatan yang...

TEMPURUNG KELAPA KESEIMBANGAN KEBUDAYAAN

Apa jadinya Indonesia tanpa budaya. Tanpa budaya, Indonesia bukanlah apa-apa. Terdapat banyak suku menjadikan Indonesia terkenal sebagai negeri seribu karya budaya termasuk kesenian. Seperti dalam lirik lagu yang disajikan Koes Plus berikut “Bukan Lautan hanya Kolam Susu, Kail dan Jalan cukup menghidupimu, Tiada Badai Tiada Topan Kau Temui, Ikan dan Udang Menghampiri dirimu, Orang bilang Tanah Kita Tanah Surga, Tongkat Kayu dan Batu jadi tanaman.” Lagu merupakan sebuah karya seni yang indah di mata masyarakat. Lalu bagaimana jika di dalam sebuah permainan, lagu menjadi penanda dan juga sebagai sebuah tali kekeluargaan. Kita tahu bahwa permainan adalah kegiatan menenangkan diri dari penatnya aktivitas keseharian. Minggu lalu tepatnya setelah tugas diberikan oleh dosen saya, saya duduk santai bersama kedua orang tua di depan televisi yang menyala menyiarkan berita pemerintahan di negeri yang cukup merumitkan pikiran. Lantas tak tertinggal pemikiran saya untuk bertany...